Liputan6.com, Bordeaux – Spanyol Tim Nasional melakoni akan memutar ulang Piala Eropa 2012 final melawan Italia di babak 16 Piala Eropa 2016 , Senin (27/06/2016). Pertemuan-pertemuan ini tidak diinginkan.

duel seharusnya terjadi pada fase yang lebih tinggi, namun kekalahan 1-2 dari Spanyol dari Kroasia membuat skenario berubah total. Dengan pertemuan ini, misi Spanyol untuk merengkuh gelar juara Eropa untuk berturut-turut terancam ketiga.

Selain itu, Spanyol adalah deretan ‘neraka’ di mana Jerman , Perancis, Inggris sudah menunggu di fase berikutnya. Melawan Italia tentu bukan tugas yang mudah.

Gli Azzurri skuad telah banyak perubahan di tangan pelatih Antonio Conte. Apa pun yang pantasi diwaspadai La Furia Roja melawan Italia nanti? Berikut adalah rincian seperti yang dilaporkan dari berbagai sumber:

1. Backlash

italia diyakini mengandalkan counter -attack secepat mungkin sementara mendapatkan bola melawan Spanyol. Italia akan dipaksa Sergio Busquets dan Gerard Pique bekerja keras dalam menjaga pertahanan.

Kemungkinan strategi seperti itu bisa dipahami. Italia tentu kehilangan penguasaan bola dari Spanyol.

Seperti diberitakan whoscored, Spanyol menjadi tim kedua di belakang Jerman dengan penguasaan bola tertinggi. Spanyol memiliki rata-rata 63,7 persen dari bola.

Italia itu tentu prihatin dengan fakta jika umpan akurat Spanyol sehingga terukur. Spanyol seperti dilansir whoscored melepaskan umpan akurat oleh 90, 1 persen.

2. Italia Pertahanan

Italia selalu dikenal sistem pertahanan gerendel. Jadi jangan heran jika Italia masih tim terbaik di pertahanan.

Duo Bek Juventus Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci menjadi titik sentral dalam pertahanan. Kedua pembela telah menjadi filter sebelum serangan lawan dengan kiper Gianluigi Buffon.

Perlu diwaspadai Spanyol. Jika tidak bervariasi dalam serangan, maka kebuntuan di Spanyol mengancam akan membongkar pertahanan Italia.

3. Graziano Pelle dan Antonio Candreva

Kedua tokoh telah menjadi tokoh penting dalam skuad Italia untuk euro 2016. Antonio Candreva yang beroperasi di sayap sering memberikan assist penting membantu pada tujuan Italia.

Candreva akan menggunakan salib untuk Graziano Pelle yang memiliki postur tubuh yang tinggi. Gratis Candreva bisa menjadi masalah bagi Spanyol jika Anda tidak hati-hati.

Sejauh ini, Candreva berhasil memberikan membantu untuk gol yang diciptakan oleh Graziano Pelle melawan Belgia pada kelompok C yang lalu.

4. Bench

Spanyol juga harus menyadari bahwa ada pemain di bangku Italia. Ini bisa menjadi kartu rumput untuk Antonio Conte dalam menghadapi Spanyol di babak 16 besar Piala Eropa nanti.

Sejauh ini, dua pengganti, yaitu Simone Zaza dan Thiago Motta menjadi pemain dampak ketika dimainkan. Melawan Swedia, Zaza memberikan assist untuk gol Eder.

Zaza memiliki kelebihan dalam fisik. Sementara Eder memanfaatkan kecepatan.

5. Waspadalah Gol Menit Akhir

Italia telah terbukti telah mencetak gol di menit akhir. Itu adalah wajib untuk diwaspadai Spanyol.

Sebagai lawan Kroasia, Spanyol kebobolan di menit akhir yang membuat mereka gagal juarai Grup D Euro 2016. Italia adalah seperti panas mesin diesel dari waktu ke waktu.

Jika lengah di menit-menit akhir pertandingan, ini akan dimanfaatkan sepenuhnya oleh Italia.